Layanan Internet Murah

Photobucket
Tampilkan postingan dengan label Berita. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Berita. Tampilkan semua postingan

Video Mesum Artis KDI

Beredar Kembali Video Mesum Artis KDI Kontes Dangdut Indonesia Asal Tegal Lewat Ponsel Dan Dapat Didownload Di Rapidshare

Jajaran Polres Tegal memburu penyebar video mesum yang melibatkan peserta Kontes Dangdut Indonesia (KDI) 5 berinisial IRA (20). Hal itu dilakukan untuk menindaklanjuti laporan warga Desa Mejasem, Kecamatan Kramat, Kabupaten Tegal yang menjadi korban kasus video mesum tersebut.

Tercatat, hingga kini sebanyak empat orang saksi telah dimintai keterangan terkait dengan kasus video berdurasi sekitar 1 menit 22 detik tersebut. Mereka adalah kekasih korban Nryt (34), ayah korban BS dan dua orang kakak perempuan korban yakni VP dan SDR.

Kapolres Tegal AKBP Drs Agustin Hardiyanto SH MM MH melalui Kasat Reskrim AKP Rudi Hartono SIK mengungkapkan, kasus video mesum tersebut dilaporkan korban ke SPK Mapolres Tegal, Senin (18/8).

Korban saat itu melaporkan kekasihnya yang diduga menjadi penyebar video mesum bersama dirinya. Ia menjelaskan, adegan mesum tersebut dibuat pada tanggal 15 Agustus 2008, tepatnya di rumah Nyrt di Desa Jatibogor, Kecamatan Suradadi, Kabupaten Tegal. Sedangkan proses perekamannya menggunakan sebuah alat web cam.

Kemudian, adegan mesum tersebut ditransfer ke telepon seluler Sony Ericsson H320i milik Nyrt. Adegan itu menampilkan kedua sejoli telanjang bulat di ranjang. Terlihat korban mengelap tubuh kekasihnya dengan menggunakan sebuah kain berwarna putih. Sementara Nyrt terus menatap camera yang sedang menyorotnya.

“Kasus ini masih dalam penyelidikan. Dari hasil pemeriksaan sementara, korban menolak apabila dianggap sebagai penyebar video mesum tersebut,” katanya didampingi Kanit I Reskrim Ipda Bayu Marwanto.

Menurut pengakuan IRA, kasus tersebut dilaporkan setelah ia mengetahui video mesum bersama kekasihnya menyebar luas. Pertama kali, ia melihat adegan mesum itu dari dua orang temannya di Desa Bogares Kidul, Kecamatan Pangkah. Karena merasa dilecehkan, IRA selanjutnya langsung melaporkan kekasihnya ke Mapolres Tegal.

Sedangkan, Nyrt mengaku tidak pernah menyebarluaskan adegan mesumnya bersama korban. Ia mengatakan, tidak mungkin apabila yang melakukan dirinya. Sebab, adegan itu membuatnya malu apabila tersebar luas ke masyarakat.

Video mesum yang diduga diperankan salah satu finalis Kontes Dangdut Indonesia (KDI) beredar di Kota Tegal, Jawa Tengah, baru-baru ini. Rekaman adegan layaknya suami istri itu berdurasi 1 menit 22 detik. Sang pemeran merupakan finalis KDI asal Tegal dengan inisial L. Rekaman beredar tak hanya melalui telepon seluler, tapi juga lewat internet. Menurut polisi, terkait beredarnya rekaman, artis lokal Tegal telah meminta agar kasus ini diusut tuntas, termasuk mencari dalang penyebaran video mesum. Sejauh ini tujuh saksi akan dimintai keterangan


Sumber Berita :

Klik ICON INI
untuk meninggalkan Pesan, Kirim Artikel atau Berita anda
Read More......

Juragan Sembako Tewas Meninggalkan Misteri

Bong Gin Lie alias Johan (40), juragan sembako di Kutabumi, Kecamatan Pasar Kemis, Kabupaten Tangerang, Sabtu (5/4) pagi, akhirnya mengembuskan napas terakhir di Rumah Sakit Umum Tangerang. Wajah dan tubuh Johan, dari leher hingga kakinya, luka parah terkena sabetan dan tusukan benda tajam di lebih dari 25 tempat. Telinganya pun nyaris putus.

Beberapa jam sebelumnya, warga menemukan tubuh korban bersimbah darah di rumahnya. Untuk menyelamatkan nyawa Johan, warga membawanya ke RSU Tangerang. Adik ipar korban, Thai San, juga dilarikan ke RSU karena luka parah terkena benda tajam di perut. Istri korban yang biasa dipanggil Chie-chie malah datang ke Polsek Pasar Kemis melaporkan telah terjadi perampokan di rumahnya, Jalan Raya Kutabumi A-2, RT 8 RW 8 Pasar Kemis.

Sampai Sabtu malam, polisi belum berani menyimpulkan misteri kematian lelaki yang oleh tetangganya dikenal sebagai sosok yang ramah itu. ”Menurut istri korban, Sabtu dini hari ada perampok masuk rumahnya. Ia melihat perampoknya satu orang,” ujar Kepala Polsek Pasar Kemis, Kabupaten Tangerang, Ajun Komisaris Jonar Sitorus, semalam.

Namun, polisi tak percaya dengan laporan itu. Olah TKP menghasilkan fakta yang bertolak belakang dengan keterangan Chie-chie. ”Pintu dan jendela rumah korban tidak rusak. Barang-barang tidak ada yang hilang dan rumah yang penuh barang dagangan tetap rapi. Lantas perampok itu lewat mana,” kata Jonar Sitorus setengah bertanya. Uang Rp 100 juta hasil penjualan sembako milik korban tetap utuh tersimpan di kamarnya.

Penelusuran polisi menunjukkan ada keterangan Chie-chie yang tidak sinkron. Sabtu pukul 00.30, ia menelepon Polsek Pasar Kemis. ”Ada yang berantem di rumah saya,” lapor perempuan beranak dua itu kepada polisi yang piket. Tak lama, sekitar satu jam kemudian, Chie-chie datang ke polsek melaporkan terjadi perampokan di rumahnya.

Yang diungkapkan Chie-chie sama dengan keterangan adiknya, Thai San, yang selama ini tinggal di rumah pasangan Johan dan Chie-chie. Beberapa warga memang tak mendengar keributan dari arah rumah korban. Namun, dini hari itu mereka melihat seorang lelaki keluar dari toko sembako sekaligus rumah Johan sembari memegangi perutnya yang terluka. Lelaki itu ternyata Thai San.

”Ada perampok di dalam rumah,” ujar adik ipar korban itu. Namun, warga yang masuk rumah Johan hanya menemukan tubuh Johan yang sudah terkapar di depan anak dan istrinya. Polisi menemukan sebilah pisau, sebilah samurai, dan kapak kecil dengan bekas darah di rumah korban.

Jonar Sitorus masih menunggu kondisi Thai San membaik untuk dimintai keterangan. ”Ia sekarang masih dirawat di Ruang ICU RSU Tangerang setelah menjalani operasi di perutnya,” katanya. Ia juga memberikan kesempatan kepada Chie-chie untuk mengurus jenazah suaminya hingga mengantar ke makam. Setelah itu baru minta keterangan darinya.

Beberapa kerabat korban menyatakan, selama ini tak mengenal dekat Chie-chie. ”Kami jarang pergi ke rumah mereka. Dia juga tak pernah mau ikut Johan berkunjung ke rumah kami,” tutur kerabat Johan yang menjemput jenazah juragan sembako itu.


Sumber Berita :

Klik ICON INI
untuk meninggalkan Pesan, Kirim Artikel atau Berita anda
Read More......

Kepepet Hutang, Ketua RT Merampok Tetangga

TANGERANG,KOMPAS - Gara-gara kepepet harus segera membayar hutang Rp 2 juta, Sanwani Ketua RT 04 RW 03 Desa Sindangsari Kecamatan Pasar Kemis Kabupaten Tangerang tega merampok sekaligus membunuhan tetangganya, Ny Sofia binti Husaini (35). Akibat perbuatannya, Sanwani tak hanya gagal mengenyam hasil rampokan untuk membayar hutang, tapi juga terancam hukuman penjara 18 tahun.

Dari rumah Sofiah yang berstatus janda dengan satu anak, Rizal berusia 13 tahun, tersangka membawa kabur sebuah sepeda motor dan telepon seluler. "Barang lain seperti gelang korban dan uang yang berserakan di lantai tak sempat ia bawa karena panik," kata Kepala Polsek Pasar Kemis Ajun Komisaris Jonar Sirait, Senin (24/9).

Peristiwa perampokan dan pembunuhan atas perempuan guru yang menjadi Wakil Kepala Sekolah SD Negeri Sindangsari 3 Kecamatan Pasar Kemis terjadi Selasa (18/9) malam. Tak satupun tetangga korban yang saat itu geger oleh kasus tersebut mencurigai Ketua RT. Pasalnya, sebagai ketua RT, ia ikut sibuk dan berbaur dengan warga. Hanya saja, ketika polisi datang untuk olah tempat kejadian perkara, Sanwani sempat menghilang untuk membuang telepon seluler milik korban yang ia ambil. "Kata tersangka, ia takut anjing pelacak akan mengendus telepon milik korban yang ia bawa," lanjut Sirait.

Ketua RT yang sudah dua tahun menganggur dan hanya menggantungkan diri pada kutipan uang keamanan dari para pengontrak rumah di lingkungannya itu kini ditahan di Polsek Pasar Kemis


Sumber Berita :

Klik ICON INI
untuk meninggalkan Pesan, Kirim Artikel atau Berita anda
Read More......

Mantan Putri Waria tewas di salon

TANGERANG – Mantan Putri Waria Persahabatan tewas membusuk di dalam salonnya di Jalan Raya Rajeg, Pasar Kemis, Kab.Tangerang, Sabtu (22/3) malam. Mayatnya sempat jadi rebutan keluarga yang memaksa membawa pulang dengan polisi yang akan melakukan otopsi.

Polisi yang memeriksa jasad korban menduga Albuni alias Lia,35, tewas karena sakit. Tubuhnya penuh lebam biru dan mengeluarkan bau busuk. “Itu lebam mayat, diduga dia sudah dua hari meninggal,” kata seorang petugas. Sementara keluarga korban curiga Lia tewas dibunuh.

Mayat Lia dievakuasi petugas tanpa dilakukan identifikasi, lalu dibawa menggunakan mobil patroli. Mobil ini sempat mogok sehingga jasad Lia yang dibungkus kantong mayat warna kuning tak bisa langsung dibawa ke RSUD Tangerang. Mayat dibawa ke Polsek Pasar Kemis dan berada kantor polisi selama tiga jam.

Sukri,70, orang tua korban bersimpuh di samping jenazah anak keduanya itu memohon kepada petugas agar mayat anaknya bisa langsung dibawa pulang ke rumahnya di Kampung Gunung Sari, Rt 011/03, Kel. Mauk, Kabupaten Tangerang. Namun, polisi mempertahankannya dengan tetap membawanya ke RSU Tangerang untuk otopsi.

DI ATAS SOFA
Albuni alias Lia ditemukan sudah tidak bernyawa dengan posisi terlentang di sofa di dalam salon miliknya di Jalan Raya Rajeg, RT 004/01, Kel. Sindang Sari, Pasar Kemis. Tubuhnya membiru, hidungnya terdapat darah yang sudah mengering.

Mayat mantan Putri Waria Persahabatan Kabupaten Tangerang Tahun 2007 ini pertama kali ditemukan oleh Yunus,30, pengojek yang mengantarkan wanita untuk potong rambut. Yunus terkejut ketika membuka pintu salon yang tidak dikunci itu melihat Lia sudah tidak bernyawa di sofa.

Menurut Omen, teman korban, seminggu lalu korban melakukan suntik silikon di hidungnya. Korban kesal sering di ejek rekan-rekannya berhidung besar dan pesek. Korban terakhir terlihat pada Kamis (20/3) saat itu Ny Fairuz memotong rambut di salon milik Albuni. “Lia merupakan tulang punggung keluarga,” ungkapnya.

Bibi korban, Ny Musri,50, curiga keponakannya itu tewas dibunuh. “Saya denger ada luka biru di leher Lia,” ujar Ny Musri.

Terakhir ia bertemu Lia pada Selasa lalu, korban datang untuk membicarakan rencana merias pengantin tetangganya Ny Musri.

Menurut Kasat Reskrim Polres Kabupaten Tangerang, AKP Ade Ari, dugaan sementara penyebab kematian akibat sakit. Soal tewas akibat suntik silikon atau dibunuh, menunggu hasil otopsi. "Kapolsek hanya memberitahu korban tewas karena sakit,” ujar Ade.


Sumber Berita :

Klik ICON INI
untuk meninggalkan Pesan, Kirim Artikel atau Berita anda
Read More......

PAD Kabupaten Naik

Pada APBD 2008, Pendapatan asli Daerah (PAD) Kabupaten Tangerang sebesar Rp. 252 milyar, kini dalam APBD Perubahan 2008 menjadi Rp. 300,8 milyar. Hal ini berarti mengalami kenaikan sebesar Rp. 48 milyar.
Dalam Rapat Panmus DPRD Kabupaten Tangerang pada hari Selasa (19/8) lalu, Arif Wahyudi yang merupakan Wakil Ketua DPRD Kabupaten Tangerang mengungkapkan

"Rapat Panmus memutuskan, pengesahan perubahan APBD tahun 2008 dilaksanakan pada tanggal 27 Agustus mendatang."
Diingatkan pula, "bahwa kepada seluruh Kepala Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) untuk memaksimalkan realisasi target penerimaan dan realisasi rencana belanja."


Sumber Berita :

Klik ICON INI
untuk meninggalkan Pesan, Kirim Artikel atau Berita anda
Read More......

PNPM MANDIRI KAB.TANGERANG

Program Padat Karya Kabupaten Tangerang Adopsi PNPM Mandiri Pusat

Pelaksanaan Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat (PNPM) Mandiri yang dicanangkan pemerintah pusat pada tahun 2007 lalu, direplikasikan dalam bentuk program padat karya oleh Kabupaten Tangerang yang baru saja dicanangkan oleh Bupati Tangerang pada tanggal 11 Agustus lalu.

Kepala Bappeda Kabupaten Tangerang, Benyamin Davnie mengatakan "Langkah awal program ini adalah dengan membentuk fasilitator yang direkrut dari masyarakat yang akan ditempatkan di setiap kecamatan secara proporsional". Fasilitator yang telah dibentuk itu, langsung membentuk pelaksana kegiatan dari tingkat desa dalam bentuk Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM) hingga kecamatan dalam bentuk Badan Kelompok Masyarakat (BKM).
"Kegiatan yang nanti dikerjakan, berdasarkan hasil pengajuan masyarakat di bidang infrastruktur, sosial, pertanian, kesehatan dan lainnya, yang kesemuanya dikerjakan oleh masyarakat itu sendiri. Tentunya hal ini dapat berarti pula sebagai upaya penanggulangan kemiskinan dan pengangguran," terangnya.
Davnie melanjutkan, bahwa kegiatan replikasi PNPM Mandiri ini telah dianggarkan dalam APBD Perubahan 2008 sebesar Rp. 45 miliar dari pos hibah. Dari jumlah dana tersebut, sebesar Rp. 5 miliar adalah untuk kegiatan bedah rumah. Penyaluran dana diterima langsung oleh masyarakat melalui rekening masing-masing BKM dengan sejumlah dana yang telah ditetapkan.
Sementara itu, Bupati Tangerang Ismet iskandar saat melepas tim fasilitator replikasi PNPM Mandiri Kabupaten Tangerang 2008 di Pendopo, Kamis (11/9) menginstruksikan kepada para fasilitator untuk melaporkan hasil kegiatan kepadanya dan meminta kepada camat, lurah, maupudnkades untuk mendampingi kerja fasilitator hingga program ini dapat berjalan dengan lancar. (Sumber : Satelit News)





Sumber Berita :

Klik ICON INI
untuk meninggalkan Pesan, Kirim Artikel atau Berita anda
Read More......

RUKUN TETANGGA DAN LAWAN TERORISME

Pascaserangan bom di depan Kedubes Australia, pemerintah berupaya memberdayakan peran rukun tetangga (RT) dalam antiterorisme dan lawan terorisme. Dengan pemberdayaan ini, pemerintah mengharapkan agar setiap RT dapat lebih mengawasi pergerakan manusia yang bermukim di masing-masing RT sehingga bisa sedini mungkin mendeteksi kehadiran orang-orang yang terkait dengan kelompok teroris. Upaya pemerintah ini sesungguhnya merupakan realisasi penanganan terorisme yang berangkat dari falsafah ikan dan air. Namun demikian, ada beberapa hal yang dapat menghambat upaya pemerintah ini ketika dijabarkan ke tingkat operasional di lapangan.
Pertama, masalah administrasi. Secara administratif, RT bukanlah bagian dari struktur pemerintahan sehingga tidak ada rentang komando dan kendali antara struktur pemerintahan pada tingkat terendah dengan RT. Rukun tetangga pada dasarnya dibentuk oleh masyarakat yang hidup pada suatu lingkungan tertentu dan pengawakannya pun berbasis sukarela. Hubungan antara aparat struktur pemerintahan pada tingkat terendah dengannya bukanlah hubungan atasan bawahan, namun lebih pada hubungan kemitraan.

Sebagai konsekuensinya, apa yang dikehendaki oleh aparat pemerintah belum tentu dapat diterapkan begitu saja pada RT. Di samping itu, tidak ada semacam petunjuk standar pembinaan RT yang diterbitkan oleh pemerintah yang menjadi acuan dalam hubungan antara struktur pemerintahan terendah dan RT. Dikaitkan dengan upaya antiterorisme dan lawan terorisme, tidak ada standarisasi dari pemerintah tentang bagaimana langkah-langkah yang harus diambil oleh RT.
Kedua, masalah hukum. Secara hukum, RT tidak memiliki kekuatan hukum dalam bertindak mengawasi warganya kecuali menyangkut wajib lapor 2x24 jam bagi tamu atau pendatang baru di lingkungan RT tersebut. Pertanyaannya kemudian, apa yang bisa dilakukan RT bila kewajiban itu tidak dilaksanakan oleh pendatang? Ditinjau dari aspek hukum, RT tidak dapat berbuat apa pun kecuali melaporkannya kepada aparat keamanan, khususnya Polri.
Berangkat dari situ, apakah benar RT selama ini telah mengawasi pergerakan manusia di lingkungannya seperti yang diharapkan? Seberapa banyak kasus di mana tamu atau pendatang baru yang tidak melapor, yang kemudian oleh RT diteruskan kepada Polri? Banyak atau sedikitnya kasus yang sampai kepada Polri dapat dijadikan indikator sejauh mana keseriusan RT di satu sisi untuk mengawasi pergerakan manusia di lingkungannya dan di sisi lain, keseriusan Polri menangani masalah lalu lintas manusia yang terkait dengan kependudukan. Sepengetahuan penulis, masalah pelanggaran kependudukan merupakan salah satu masalah yang jarang sampai kepada pihak Polri dan biasanya ditangani oleh pemerintah daerah saja.
Fakta lain menunjukkan bahwa RT sesungguhnya tidak memiliki aparat keamanan guna mengawasi lingkungannya karena yang memiliki aparat keamanan adalah kelurahan atau desa. Aparat keamanan itu pun kewenangannya sangat terbatas bila dibandingkan dengan Polri misalnya. Sementara hubungan antara aparat keamanan, khususnya Polri dengan RT khususnya di kota-kota besar tidak terlalu dekat sehingga bukanlah hal yang mengherankan bila terkadang warga RT enggan berurusan dengan Polri.

Multikultural
Ketiga, masalah budaya. Di kota-kota besar, lingkungan pemukiman yang ada biasanya bersifat multikultural di mana bermacam orang dari beragam budaya yang berbeda hidup bersama di suatu lingkungan. Sehingga sudah pasti setiap RT biasanya merupakan lingkungan yang multikultural pula. Dalam lingkungan yang multikultural tersebut, pengurus RT dituntut pemahamannya akan latar belakang budaya yang beragam. Masalahnya adalah tidak jarang dijumpai bahwa tidak sedikit pengurus RT berasal dari lingkungan budaya yang berbeda dengan mayoritas warganya.
Keempat, masalah kualitas sumber daya manusia. Fakta menunjukkan bahwa kepengurusan RT bersifat sukarela sehingga tidak jarang yang menjadi pengurus RT adalah warga yang berminat saja. Bahkan ada kalanya terjadi suksesi di kepengurusan RT dari bapak kepada anak. Yang patut diperhatikan adalah tidak semua pengurus RT diisi oleh sumber daya manusia yang memadai, bahkan ada kesan kuat bahwa warga yang sumber daya manusianya tergolong memadai cenderung tidak ingin duduk di kepengurusan RT.
Adapun alasan yang paling klasik adalah karena kesibukan kerja dari warga tersebut. Dalam kondisi seperti ini, terlebih lagi pada lingkungan yang multikultural, dapat diprediksi bahwa tidaklah gampang menata kehidupan di tingkat RT apabila kualitas sumber daya manusia pengurus RT rendah. Terlebih lagi dalam konteks antiterorisme dan lawan terorisme, tentunya dibutuhkan pengurus RT yang memiliki pemahaman yang jelas tentang seluk-beluk terorisme. Tanpa itu, tampaknya sulit untuk mengharapkan peran RT guna mengawasi pergerakan manusia di lingkungannya.
Penanganan terorisme, baik antiterorisme maupun lawan terorisme harus mempersyaratkan adanya kerja sama yang baik antara pemerintah dan masyarakat. Karena hanya dengan begitulah maka kondisi “air” dapat dipersempit sehingga dapat menangkap “ikan” yang dicari. Eksistensi satuan lawan terorisme seperti Detasemen 88 tidak akan ada artinya bila tidak ada peran dari citizen soldier karena peran citizen soldier merupakan tulang punggung di dalam aksi untuk memperkecil “air”.
Kegagalan berulang kali yang dialami Polri untuk menangkap “ikan” selama dua tahun terakhir merupakan bukti tak terbantahkan bahwa upaya penanganan terorisme bukan wilayah mutlak dan tunggal dari Polri saja.

Sumber Berita :

Klik ICON INI
untuk meninggalkan Pesan, Kirim Artikel atau Berita anda
Read More......

  ©Template by Dicas Blogger.